16 November 2016

nanti diisi

29 October 2016

Jurusan Sosial Ekonomi adakan seminar yang bertema " Analisis Efisiensi Teknis Perkebunan Kakako di Sumatera Barat" pada 28 Oktober 2016 lalu. Seminar ini di isi langsung oleh dosen jurusan Sosial Ekonomi yaitu Hasnah, SP, M.Ec, Phd. Tanaman kakao merupakan...

22 September 2016

HIMAGRI sebagai wadah mahasiswa agribisnis membuat kegiatan LKMM profesi Agribisnis. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu serta wawasan selaku mahasiswa agribisnis untuk melatih jiwa kepemimpinan dan menumbuhkan sifat kepemimpinan di dalam diri. Dengan durasi acara selama 2 hari...

27 August 2016

Jurusan Sosial Ekonomi Fakutas Pertanian Universitas Andalas mengadakan kegiatan seminar yang bertemakan "Pengembangan Peran Koperasi dalam menunjang Kesejahteraan Anggota dan Masyarakat Agribisnis"...

19 March 2016

Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas, pengelola program studi secara kontinyu melakukan evaluasi terhadap alumni. Pencapaian sasaran output dan outcome Program Studi Agribisnis Unand yang berorientasi pada perbaikan secara terus menerus didasarkan pada umpan balik dari lulusan dan pengguna lulusan. atas dasar hal tersebut, manajemen program studi meminta bantuan Bapak/ibu pengguna lulusan kami untuk mengisi kuisioner yang telah kami lampirkan dan bisa di download disini.Silahkan klik disini...

12 March 2016

Sekali lagi Sari Rahayu dan Okti Diana Bahrun, mahasiswa Program studi Agribisnis, membuat bangga Universitas Andalas dan Ranah minang.

Betapa tidak, setelah sebelumnya berhasil memenangkan PIMNAS, Sari dan Okti kini mewakili Universitas Andalas di acara Call of Paper...

15 March 2012

WORKSHOP”Penerapan Metode Belajar Berbasis Masalah(Problem-Based Learning Dalam Ilmu Pertanian dan Penyusunan Silabus Mata Ajaran Dengan Aplikasi Metode PBL (Program-Based Learning)”KERJASAMA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS DENGAN PROGRAM PEER USAID Padang 22-23 November 2013 Ruang Sidang Dosen LT III

 

             Padang 22-23 November 2013 Fakultas Pertanian bekerjasama dengan Program PEER USAID mengadakan WORKSHOP ”Penerapan Metode Belajar Berbasis Masalah(Problem-Based Learning Dalam Ilmu Pertanian dan Penyusunan Silabus Mata Ajaran Dengan Aplikasi Metode PBL (Program-Based Learning)”di ruang sidang dosen LT III yang menghadirkan pemateri dari Universitas Indonesia yaitu Bapak kamarza Mulia,Ph.D. dan Ibu Elsa Krisanti,Ph.D.

            Pada hari Pertama Jum’at 22 November 2013 diadakan Pembukaan sekaligus materi pertama yang bertema kan”Penerapan Metode Belajar Berbasis Masalah(Problem-Based Learning Dalam Ilmu Pertanian”.Pada hari Pembukaan dihadiri oleh ketua program PEER USAID Universitas Andalas yaitu Prof.Dr.Ir.Rudi Febriamansyah,MSc,Dekan fakultas Pertanian Universitas Andalas Prof.Ir.Ardi,MSc dan  Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

            Pada Hari Kedua Sabtu 23 November 2013 diadakan materi kedua yang bertema kan “Penyusunan Silabus Mata Ajaran Dengan Aplikasi Metode PBL (Program-Based Learning”).Yang dihadiri dosen dari fakultas pertanian Universitas Andalas.

15 July 2012

ZAT ANTI KANKER DALAM DAUN GRAVIOLA
( DAUN SIRZAK )

Buah pohon graviola sangat potensial sebagai pembunuh alami yang ajaib terhadap sel-sel kanker, yang 1000 kali lebih kuat dari pada Therapi kemo. Buah yang pada awal tahun 90-an, ditemukan teramu dalam herbal dan di konsumsi suku-suku di Amazon ini, dapat menyembuhkan beberapa penyakit penting seperti kanker.. Menurut penelitian para ahli Farmasi Amerika Serikat ternyata buah tersebut berasal dari pohon Graviola..

Daunnya mengandung zat anti kanker yang disebut Annonaceous Acetogenin. Zat tersebut dapat membunuh sel-sel kanker tanpa mengganggu sel-sel dalam tubuh manusia.. Industri Farmasi sekarang mencoba untuk mematenkan temuan ini namun gagal, karena bahan aktifnya murni berasal dari tumbuhan di alam..

Ironisnya, kemudian hasil penelitian ini kemudian di kubur, karena dikwatirkan akan merugikan industri kemoterapi yang saat ini merupakan alternatif terbaik untuk mengatasi penyakit kanker.. Tahun 2000 hasil penelitian ini di kaji ulang oleh ahli farmasi dan kedokteran, Korea dan Jepang.Hasilnya menakjubkan! Delapan jenis kanker yang dapat diobati dengan buah Graviola ini.

Manfaat Graviola .
Manfaat buah Sirsak

Graviola adalah tanaman yang berasal dari Amazon, memiliki nama latin Annona Muricata, yang dalam bahasa Indonesia di kenal dengan sirsak. Buahnya agak besar, berduri lunak,daging buahnya berwarna putih,rasanya manis asam.

Buah sirsak ini memberi efek anti Kanker dan anti Tumor yang sangat kuat dan terbukti secara medis dapat menyembuhkan berbagai penyakit kanker. Sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (Fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit atau cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi,stress dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik..

Ketika para pakar dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban buah Graviola, mereka langsung mulai penelitian. Hasilnya, sangat menakjubkan.Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif dan secara alami, tanpa efek samping seperti berat badan turun, rambut gugur, seperti yang terjadi pada kemo terapi..

Juga memberi perlindungan pada immun tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan, sehingga pasien merasa lebih sehat dan kuat selama proses perawatan/ penyembuhan. Energipun meningkat dan penampilan fisik lebih membaik.

Suatu study yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan, study yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan menyebutkan bahwa Graviola mampu membunuh sel-sel kanker usus besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibanding dengan adriamycin dan kemoterapi..

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic ini adalah Graviola bisa menyeleksi, memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker saja, sedang sel-sel sehat tidak tersentuh, tidak teganggu atau tidak tidak di bunuhnya.

Sekarang, anda dapat mengetahui manfaat buah Graviola ini atau buah sirsak yang rasanya manis dan meyegarkan,sekaligus sebagai obat kanker yang murah dan mujarab.

RACIKAN:
manfaat rebusan daun graviola

Untuk pengobatan dianjurkan membuat racikan, 10 helai daun Sirsak yang hijau tua di rebus dengan 3 gelas air (600cc) hingga 1 gelas air (200cc).setelah dingin lalu disaring dan minum setiap pagi dan sore. Efeknya perut akan terasa hangat atau panas lalu badan berkeringat deras.paerlu di ingat obat herbal ini tidak cespleng, artinya setelah diminum 3-4 minggu baru akan kelihatan manfaatnya, kondisi fasien berangsur-angsur membaik, bisa beraktivitas kembali.Ingat tidak ada efek samping alias sangat aman.Dan setelah di periksa di laboratorium atau dokter ternyata sel-sel lain (rambut,kuku, kulit) tumbuh,sama sekali tidak terganggu..

Sementara untuk pencegahan, disarankan makan buah Sirsak matang atau di jus murni tanpa bahan tambahan lain.

28 June 2012

JAKARTA - Untuk memajukan sebuah industri, diperlukan inovasi yang tidak berkesudahan. Maka, guna memacu semangat inovasi dalam bidang agrikultur, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung menghelat seminar yang bertajuk Masa Depan Pengembangan Produk Agroindustri di Indonesia.

Dalam seminar tersebut, hadir berbagai pembicara yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Jabar)  Ferry Sofwan Arif, Bussiness Development “Food Review” Andang Setiadi, dan dosen Unpad Iwan Setiawan. Masing-masing pembicara menekankan pentingnya kreativitas dalam suatu proses penemuan produk. Menurut Ferry, 44 juta jiwa penduduk Jabar sangat ideal untuk produk agribisnis.

"Industri pangan tidak akan pernah habis untuk dieksplorasi. Ide kreatif itu merupakan gabungan antara keinginan individu dengan kebutuhan pasar, sehingga akan tercipta produk inovatif yang berguna bagi masyarakat,” kata Ferry, seperti dikutip dari laman Unpad, Selasa (26/6/2012).

Andang pun berpendapat sama, ide kreatif dalam bidang agroindustri harus ditekankan pada beberapa hal. Di antaranya, go organic, enak dan nikmat, menyehatkan, dan mudah diperoleh. "Apabila suatu produk memiliki kualifikasi tersebut, maka saya yakin produk tersebut akan benar-benar berguna bagi masyarakat," tutur Andang.

Sementara itu, Iwan Setiawan berpendapat, kreatif adalah memikirkan sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain. Penulis buku Agribisnis Kreatif ini juga menekankan, potensi produk agribisnis haruslah dipadu dengan kelimuan lain, seperti seni, budaya, arsitektur, periklanan dan ilmu lainnya agar tercipta suatu produk agribisnis kreatif yang benar-benar terintegrasi. “Mahasiswa adalah generasi yang kreatif, namun biasanya kreativitas itu terkendala dengan masalah promosi. Oleh karena itu, haruslah dipadukan dengan manajemen periklanan yang baik,” ungkap Iwan.(mrg)(rhs)

20 March 2012
"Minapolitan merupakan kerangka berpikir dalam pengembangan agribisnis berbasis perikanan di suatu daerah. Minapolitan adalah wilayah yang berisi sistem agribisnis berbasis perikanan dengan penggeraknya usaha agribisnis," ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 2000 – 2004, saat diwawancara AGRINA.

Apakah minapolitan itu merupakan suatu usaha perikanan terkait wilayah?
Minapolitan memang memiliki konsep wilayah. Jadi, dalam suatu wilayah itulah semua sistem diintegrasikan sehingga berjalan secara efektif dan efisien. Keberhasilan pengembangan minapolitan sangat ditentukan ketika memilih pusat-pusat usaha perikanan lalu diciptakan sistem agribisnis di dalamnya sehingga bisnisnya akan berkembang.
Oleh karena minapolitan itu memiliki konsep wilayah, inisiatifnya berasal dari daerah. Minapolitan yang mencakup satu kabupaten diurus bupati, sedangkan yang mencakup beberapa kabupaten dikelola pada tingkat provinsi oleh gubernur. Yang mencakup beberapa provinsi dikelola pemerintah pusat. Jadi minapolitan dapat dijadikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan suatu daerah. Misalnya, pembangunan infrastruktur untuk perikanan, seperti jalan, jembatan, air, dan listrik dahiarkan untuk pembangunan perikanan. Sekalipun sudah ada perencanaan pembangunan daerah tidak akan bertentangan dengan pembangunan minapolitan, hanya pembangunannya menjadi lebih spesifik.

Berarti suatu minapolitan tetap menganut sistem dan usaha agribisnis?
Ya. Pengembangan minapolitan tetap mencakup pengembangan keempat subsistem dari sistem dan usaha agribisnis berbasis perikanan. Pertama, subsistem agribisnis hulu (up-stream agribusiness) perikanan, yakni kegiatan yang menghasilkan sarana produksi bagi usaha penangkapan dan budidaya ikan seperti usaha mesin dan peralatan tangkap dan budidaya. Kedua, subsistem usaha penangkapan dan budidaya (on-farm agribusiness), seperti usaha penangkapan ikan, budidaya udang, rumput laut, dan ikan laut, serta budidaya ikan air tawar. Ketiga, subsistem agribisnis hilir (down-stream agribusiness) perikanan, yakni industri yang mengolah hasil perikanan beserta perdagangannya. Dan keempat, subsistem jasa penunjang (supporting agribusiness) yakni kegiatan-kegiatan yang menyediakan jasa, seperti perkreditan, asuransi, transportasi, infrastruktur pelabuhan kapal ikan, pendidikan dan penyuluhan perikanan, penelitian dan pengembangan serta kebijakan pemerintah daerah. Keempat subsistem tersebut harus dikembangkan secara simultan dan harmonis.

Apa upaya agar minapolitan berhasil?
Perlu dikembangkan suatu perekonomian yang berkeadilan dalam minapolitan. Untuk mewujudkan perekonomian yang berkeadilan, maka para petani ikan, petambak, dan nelayan perlu difasilitasi untuk ikut mengusahakan subsistem hulu dan hilir perikanan. Mereka jangan hanya mengusahakan subsistem on-farm yakni penangkapan dan budidaya ikan yang nilai tambahnya relatif kecil tapi juga subsistem agribisnis hilir karena nilai tambah terbesar ada di susnsitem ini. Hal tersebut telah terbukti pada nelayan yang hampir di setiap daerah hanya mengusahakan subsistem on-farm kehidupan ekonominya memprihatinkan, bahkan banyak dililit utang seumur hidup. Sementara mereka yang mengusahakan subsistem agribisnis hulu dan hilir, kehidupan ekonominya jauh di atas tingkat ekonomi nelayan.

Untuk mengusahakan subsistem agribisnis hulu dan hilir tersebut, para nelayan perlu difasilitasi dalam mengembangkan koperasi agribisnis perikanan. Koperasi agribisnis inilah yang menjadi organisasi ekonomi para nelayan, petambak, dan petani ikan untuk mengusahakan subsistem agribisnis hulu dan hilir tersebut. Tentu saja, upaya ini tidak harus menyingkirkan pelaku subsistem agribisnis hulu dan hilir yang sudah ada selama ini. Hal yang diharapkan adalah pengolahan dan perdagangan hasil perikanan diusahakan bersama antara koperasi petani ikan, petambak, atau nelayan dengan perusahaan swasta.
Cara pengusahaan yang demikian dapat membangun kondisi saling menguntungkan antara petani ikan, petambak, dan nelayan dengan perusahaan swasta dalam agribisnis berbasis perikanan sedemikian rupa sehingga praktik-praktik perusahaan swasta memeras rakyat kecil yang potensial menciptakan konflik dapat diminimumkan.

Supaya petani ikan, petambak, dan nelayan melalui koperasinya dapat ikut mengusahakan subsistem agribisnis hulu dan hilir tersebut, perbankan khususnya bank pemerintah perlu menyediakan skim perkreditan untuk kebutuhan tersebut. Bank perlu menyediakan skim-skim perkreditan yang sesuai kebutuhan petani iklan, petambak, nelayan, dan koperasinya sehingga perekonomian rakyat ini dapat berkembang. Selain itu, petani ikan, petambak, dan nelayan perlu mendapat bantuan teknis dan manajemen usaha dari pemerintah.

Agar pengembangan minapolitan berhasil, pemerintah pun perlu memberikan perhatian dan bantuan kepada perusahaan swasta yang ikut dalam pembangunan minapolitan tersebut. Bantuan yang dibutuhkan perusahaan swasta dari pemerintah berupa kepastian hukum untuk berusaha, infrastruktur, akses pasar, dan akses permodalan secara mudah.
Untung Jaya
 
Oleh : Endang Bidayani, SPi., MSi
Staf Pengajar UBB

Statistik Kunjungan

212222
Today
This Week
This Month
All days
555
12042
40136
212222