Prodi : Agribisnis

Tahun Masuk : 2013

Prestasi : BAK Fakultas Pertanian Universitas Andalas Wisuda II Tahun2017

Cerita Frananda Fajri atau lebih akrab disapa Ari bermula ketika menjadi mahasiswa baru Program Studi Agribisnis. Bak seperti kata pujangga, saat semua rasa remuk dan tak tau arah, kaki dipijak pun mengalirkan lara. Kemudian, orang bijak datang kepadanya dan menyampaikan bahwa jika engkau ingin melupakan seseorang, maka tegapkan badanmu dan carilah kesibukan yang positif. Mendengar hal demikian Ari pun mengikuti kegiatan-kegiatan Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI FP-UNAND). Ketika itu, Ari mencari bantuan dana melalui kotak bakti sosial untuk korban bencana alam, kemudian mengikuti training dan seminar-seminar yang ada di HIMAGRI FP-UNAND. Mengikuti anjangsana ke Panti Asuhan,  juga mengikuti penanaman pohon dan musyawarah besar. Suatu hal yang baru terlihat. Cinta dari sebuah kekeluargaan menurut pandangan Ari. HIMAGRI FP-UNAND memperlihatkan pesonanya dengan kata-kata khasnya “The Power of Family Love”. Hal ini memang terlihat jelas dari suasana ramah yang terbangun. Semenjak saat itu, Ari memutuskan untuk berorganisasi. Keputusan Ari untuk berorganisasi semakin kuat setelah mendengar penyampaian dari Wakil Dekan III semasa ia menjalani BAKTI Fakultas Pertanian yang menyatakan bahwa softskill adalah hal yang paling dibutuhkan. Ari adalah tipe orang yang sangat berorientasi akademis pada mulanya. Segala kegiatan akademis diikuti dengan seksama. Kemudian, Ari membangun sebuah mimpi besar ketika menjadi mahasiswa baru, bahwa ia harus dapat mengimbangi kegiatan akademis dengan kegiatan organisasi agar membangun jati diri yang lebih matang.

Pada tahun pertama menjadi mahasiswa, Ari mengikuti beberapa organisasi. Hal ini karena ketika itu masih menggebu-gebu untuk berorganisasi dan ingin memperlihatkan kemampuan yang terbaik dari dalam diri untuk meningkatkan softskill. Ari menjadi Wakil Ketua Forum Remaja Mesjid Darul Hikmah, menjadi Staff Sumber Daya Informasi Environmentalist Student Community, dan Staff Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agribisnis FP-UNAND. Ketika itu, merupakan masa peralihan. Seorang yang sangat akademis harus dihadapkan pada kondisi 3 organisasi sekaligus dan harus mampu manajemen waktu. Dengan cukup baik, Ari menyatakan bahwa ia berhasil menyelesaikannya, dan juga dengan prestasi akademis melalui IPK yang masih sekitar 3,50. Lalu tahun kedua hadir, Ari ditawarkan oleh Ketua Umum Himagri FP-UNAND kala itu untuk menjadi seorang Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agribisnis FP-UNAND. Tawaran ini menjadi dua sisi perasaan di bathin. Pertama, Ari merasa bahagia, karena merasa kinerjanya pada tahun pertama membuahkan hasil yang positif, sehingga dilirik untuk menjadi Kepala Divisi. Kedua, ia merasa takut karena ini menjadi suatu tantangan baru untuk menyamakan tujuan sekelompok orang, kemudian harus menjadi mood dari staff, dan menjaga rasa kekeluargaan di dalam sebuah divisi. Dengan yakin, Ari mengambil tawaran itu, dan juga mengurangi kegiatan di organisasi lain, agar fokus hanya di HIMAGRI FP-UNAND. Menjadi seorang Kepala Divisi ternyata cukup sulit namun menyenangkan. Bermacam-macam program kerja diangkatkan bersama team. Akhirnya sampai akhir kepengurusan kala itu, kami tetap bertahan dengan kondisi keanggotaan 100% dan kedekatan emosional yang cukup baik hingga sekarang. Pada tahun ketiga, Ari menjadi Badan Pengawas Himpunan di HIMAGRI FP-UNAND dan mengibarkan sayap untuk menjadi staff kemitraan pada Koalisi Muda Kependudukan Provinsi Sumatera Barat. Ari juga menjadi relawan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ketika itu dipandu juga oleh Bapak Ferdhinal Asful selaku Dosen bidang Pemberdayaan Masyarakat dan sekaligus menjadi Dosen Pembimbingnya dalam menyelesaikan skripsi. Ari pernah menjadi pemenang dalam lomba cipta karya puisi yang diselenggarakan oleh HIMAGRI. Sejak saat itu, Ari selalu mengikuti event event lomba cipta karya puisi tingkat Nasional maupun Internasional.

Kegiatan akademis Ari tetap tak ia lupakan. Terbukti hingga semester 7, Ari berhasil mempertahankan IPK di atas 3,50. Impian untuk menjadi seorang lulusan Cum Laude (Dengan Pujian) masih terbuka luas di depan mata. Kemudian, dengan rasa sabar, Ari berhasil menyelesaikan skripsinya selama 6 bulan. Hingga pada akhirnya, dengan berbagai keterbatasan menyangkut kondisi fisik, Ari berhasil mencapai impiannya untuk lulus dengan predikat Cum Laude yaitu dengan IPK 3,64. Pada tanggal 20 Mei 2017, yaitu pada hari pelaksanaan Wisuda II Universitas Andalas. Pada hari itu, Ketua Program Studi memanggil namanya dan meneriakkan nama orang tua sekaligus menyampaikan predikat lulus “Dengan Pujian”. Sebuah kebanggaan bisa memberi persembahan pertama untuk kedua orang tuanya. Tidak sampai disitu saja, sebuah kehormatan hadir lagi. Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Universitas Andalas memanggil namanya sebagai Bintang Aktivis Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Dengan haru, Ari pun melebarkan senyum karena ia berhasil menggapai mimpinya ketika menjadi mahasiswa baru untuk lulus dengan predikat Cum Laude dan menjadi Bintang Aktivis Kampus sebagai bentuk keberhasilan dalam bidang organisasi.

Terimakasih untuk semua pihak yang selalu hadir di sekelilingku. Tak henti memberi semangat dan dukungan. Menjadi penyokong dalam sebuah pencapaian. Akhirnya aku berkiprah dengan sangat baik. Tanpa adanya orang lain, aku bukanlah siapa-siapa. Selanjutnya aku dinantikan oleh sebuah Universitas Lanjutan, yaitu Universitas Kehidupan. Aku harus mampu menaklukkannya, begitulah mimpi baru ku bangun mulai hari ini. Semoga ceritaku di atas dapat menginspirasi. Jangan takut untuk bermimpi kawan, karena manusia yang tidak memiliki mimpi akan mengikuti alur kehidupan tanpa ambisi untuk sukses. Bermimpilah setinggi langit, namun rendahkanlah hatimu serendah mutiara di lautan. Begitulah orang bijak pernah berbicara kepadaku.