Berita

Berita (44)

24 May 2017

Meneruskan Informasi dari Kemenristekdikti, untuk mengajukan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk pendanaan tahun 2018, Pengusulan proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan secara daring (Online) melalui Simlitabmas dengan alamat http://simlitabmas.ristekdikti.go.id dimulai dari tanggal  5 Mei 2017 sampai 12 Juni 2017 pada jam 00.00 Wib.

Informasi lengkapnya silakan Download || DISINI

 

Sumber Informasi disini

16 May 2017

Daftar nama Mahasiswa yang lulus jalur SNMPTN Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas

No

Nama

1.

Ahmad Yunadi

2.

Annisa Wahyuni

3.

Asma Ul Husni

4.

Catur Friska Widya  

5.

Cyntya Veralina  

6.

Dhinna Taufik  

7.

Dwi Fadila Sakila  

8.

Dwi Intan Lestari  

9.

Fadillah Tulhasanah  

10.

Geby W Anggraini  

11.

Kissi Muharami  

12.

Larasita Nur Amri  

13.

Lassri Indriyani

14.

Maharani

15.

Mizi Sasrido  

16.

Muhammad Arif Suyatman  

17.

Nadia Jueni

18.

Natasya Dwisaputri Irwanto  

19.

Ninda Novita

20.

Nurul Aini

21.

Priski Nanda  

22.

Rahma Yani

23.

Resky Armi Pratama  

24.

Resti Fauziah

25.

Ridho Pratama Adha  

26.

Ruhiyah Almuthmainnah  

27.

Sabila Nurpajriani   

28.

Sonya Syaflina  

29.

Sri Ayuni   

30.

Suriani

31.

Wulan Permata  

32.

Yusni Amiroh Harahap   

 Selamat Bergabung dan Berproses di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas

11 May 2017

Endi Putra Roza merupakan Alumni Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Memulai karir sebagai pebisnis dibidang pertanian. Endi berhasil mengembangkan bisnisnya yang diberi nama Silung Jaya. Adapun produk bisnis Endi yaitu beras organik. Beras organik yang dijual Endi merupakan beras yang diberi pupuk dari kotoran ternak, sehingga akan terhindar dari senyawa kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Selain beras yang dihasilkan sehat, keuntungan lainnya adalah murah dalam biaya produksinya. Saat ini diketahui bahwa banyak beras yang kita makan adalah berasal dari pupuk kimia. Selain harga pupuk kimia yang mahal dan juga terbatas, beras yang dihasilkan pun tidak sehat jika dikonsumsi dalam skala terus menerus. Disinilah muncul ide Endi untuk menerapkan pupuk dari kotoran ternak sebagai pupuk organik. Karena kotoran ternak yang selama ini hanya menjadi limbah saja dilingkungan tempat tinggal Endi.

Bisnis Endi telah berjalan kurang lebih lima tahun. Tidak mudah dan butuh waktu untuk merintis bisnis yang digeluti Endi ini. Ilmu Endi dalam berbisnis menjadikan ia memulai ide bisnis pada sektor pertanian. Di lingkungan sekitar Endi pun yaitu Lareh Sagohalaban, Kabupaten Limapuluh Kota menjadi faktor pendukung untuk bisnisnya berjalan seperti saat sekarang. Endi melihat adanya pasar yang sangat besar, karena setiap manusia membutuhkan beras untuk makan. Selama masih ada manusia di muka bumi maka beras akan menjadi barang yang pokok sebagai kebutuhan utamanya.

Menurut Endi, dalam menjalankan usaha, tak bisa semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja. Saat ini Endi telah memiliki 6 orang pegawai untuk membantunya mengembangkan bisnisnya. Pegawai Endi terdiri dari anak anak muda disekitar lingkungannya, ia telah berhasil memasarkan produknya mulai dari provinsi Sumatera Barat hingga Provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi. Dari hasil penjualan beras organik Silung Jaya yang lebih kurang Rp. 70.260.000 per bulan. Endi berhasil mendapatkan laba bersih hingga mencapai Rp. 6 juta per bulan.

Harapan ke depan bagi Endi, ia dapat mengembangkan usahanya agar dapat melibatkan banyak tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di sekitar lingkungannya. Dengan potensi yang dimiliki oleh Endi saat ini ia berhasil mendapat penghargaan sebagai kategori 'Young Entrepreneur' dalam Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) 2016-2017.

Report by :

IR

Statistik Kunjungan

212205
Today
This Week
This Month
All days
538
12025
40119
212205